Judul buku : Toleransi Islam (Hidup Damai dalam Masyarakat Plural) Penulis : KH. Husein Muhammad Bab IV : (Piagam Madinah) Oleh : Mahirotus Shofa Keberagaman dalam kehidupan setiap makhluk ciptaan Tuhan merupakan kenyataan yang tidak bisa dipungkiri oleh siapa pun. Karena Allah menciptakan segala jenis makhluk di kehidupan ini dengan keanekaragaman. Dan Nabi sangat mengerti dengan realitas ini. Sehingga dalam praktiknya pun Nabi tidak pernah memaksakan setiap kehendak dan pendapat dari orang lain. Sebagaimana proses Nabi ketika menyebarkan Islam, beliau berdakwah atau menyerukan Islam, tidak pernah terselip sedikit pun…
Penulis: Redaksi
Oleh : Fitri Nur’azizah Perjalanan Nabi Muhmamad dalam berdakwah menyebarkan risalah Islam tidaklah mudah. Banyak orang yang menentang bahkan sampai melakukan berbagai macam ancaman kepada Nabi. Salah seorang yang menentang dan tidak menerima ajaran Nabi ialah Suhail bin Amr. Dia adalah penduduk asli Makkah dan juga seorang petinggi Bani Amir di kalangan kaum Quraisy, seperti layaknya Abu Jahal dan Abu Sufyan. Sebagai seorang pemimpin Suhail bin Amr tidak hanya dikenal sebagai orang yang pintar bernegosiasi, Ia juga dipercaya pada setiap pendapatnya. Dengan kemampuan yang dimilikinya, Suhail menjadi orang yang berpengaruh di kalangan penduduk Makkah. Dalam setiap pidatonya kerap kali Suhail…
Oleh : Fifin Rahayu Gemuruh air hujan yang mengalir deras Butiran air mata yang menetes di pipiku Tidak pantang menyerah dengan begitu Karena warna merah yang membuat ku rindu Langkah kaki yang terus menitih Dengan menyebut nama bismillah ku syukuri Hatiku tak pernah ragu tuk itu Sebab warna merah yang menjalar ke tubuhku Pergi jauh dengan raga Tapi hati tetap dengan Indonesia Indahnya budaya luhur di setiap nusantara Itulah Indonesia yang selalu ku bangga Merah putih berkibarlah Sampai hayat kami kau selalu di hati Bukan hanya janji panji kau beri kepada kami Tanah Airku, terima kami Para pemuda-pemudi sejati dengan…
LPM LATAR, CIREBON – Lembaga Agrobisnis Mahasiswa (LAM) Institut Studi Islam Fahmina (ISIF) adakan kegiatan belajar berternak bersama masyarakat, di Desa Cisaat, Kecamatan Dukupuntang, Kabupaten Cirebon, Senin, (5/11). Ketua LAM ISIF, Sukarna mengatakan, untuk penguatan kapasitas teman-teman LAM. Pada kali ini LAM belajar berternak langsung dengan petaninya. Karena, sejatinya ketika belajar pertanian, belajarlah langsung ke petaninya, begitupun dengan peternakan, belajarlah langsung ke petaninya. “ketika belajar langsung kepada ahlinya, kita akan banyak mendapatkan ilmu pengetahuan baru yang masih jarang ada di dunia akademik,” kata Sukarna. Lebih lanjut lagi, Sukarna menuturkan, apa yang telah dilakukan teman-teman dengan belajar langsung bersama masyarakat sangat…
LPM LATAR, CIREBON – Institut Studi Islam Fahmina (ISIF) menggelar Public Lecture dengan tema Metode Montessori: Pendidikan Alternatif di Era Millenial. Kegiatan tersebut diikuti puluhan mahasiswa dari berbagai perguruan tinggi di Cirebon, bertempat di Lantai 2 Perpustakaan ISIF Cirebon, Sabtu (03/11). Kepala Sekolah Dasar (SD) HIT Awliya, Regha Ruqayah, M. Pd mengatakan yang terpenting dari pendidikan adalah generasi millenial mendapat ruang kraetivitas untuk mengembangkan keunikannya. “Keunikan merupakan bagian dari keunggulan setiap individu untuk berinovasi dan mengambil peluang untuk perubahan dan kemaslahatan rakyat,” kata Regha. Saat ini, dunia pendidikan masih banyak yang tidak memahami peserta didik sebagai manusia seutuhnya. Para pendidik…
Oleh : Ilham Maulana Pekerjaanku memang terdengar membosankan Masuk ke ruangan yang sama hampir setiap harinya Diisi kaki-kaki berkeringat dan orang-orang kelaparan Diusik lalat-lalat jail yang ingin hinggap Terlebih harus mendengar lagu-lagu yang ku tak mengerti arti dan maknanya Tapi ku menggemarinya Ku senang mendengar cerita manusia, lalat, dan tikus yang sering datang Ku senang melihat isi dompet yang berpindah Melihat orang rela antri hanya untuk makan Atau melihat orang tersedak karena keasyikan berselfie ria. Cirebon, 19 Juli 2017.
Kemurnian Hati Nabi Perjuangan dakwah kaum muslimin tak terhenti sampai disini, masih banyak perlawanan-perlawanan yang menantinya. Salah satunya yaitu perang Hunain. Begitu perang Hunain akan dilaksanakan, Nabi membutuhkan rompi dan pedang, namun tak ada dari kalangan sahabatnya yang mempunyai kedua benda tersebut, hanya Sofwan yang mempunyainya. Sedari dulu, keluarga Sofwan memang dikenal sebagai saudagar alat-alat perang. Nabi yang mengetahui hal itu, tidak memanfaatkannya dengan semena-mena. Sebaliknya, Nabi berhutang kepada Sofwan atas benda-benda yang telah dimintanya. Empat bulan telah berlalu, tapi Sofwan tak menunjukkan sedikit pun keinginannya untuk masuk Islam. Padahal, ketika Dia menyatakan kesediaannya untuk masuk Islam, semuanya akan terasa…
Oleh : Nur Anisa Kau rakus Kau picik Kau curang Perlahan kau ulurkan tangan panjangmu Per-rupiah kau ambil Sedikit demi sedikit uangmu bertambah Tapi satu hal, Dengan otak tikusmu Kau tak pernah takut akan uangmu yang bertambah Kau justru senang, terlihat bangga Hahaha Dasar kau tak tahu malu, sudah salahpun masih kau tersenyum Kau tahu ? Uang yang kau anggap bertambah itu bukanlah uang halal Aku cukup percaya kau ini pintar, tapi sayang kau bukan orang pintar yang sesungguhnya Pintarmu bodoh Bodoh ! Dasar kau bodoh ! Uang orang, kau anggap uangmu sendiri ? Jangan-jangan kau buta Ahhh kau memang…
Kerja Keras Umair Di tempat lain, yang terjadi kepada Sofwan sungguh memprihatinkan, karena perasaan takut yang telah mendominasinya. Dia lari, dan terus berlari menjauh dari Makkah, mencoba mencari perlindungan dari sebagian rumah yang dia lewati, namun nihil, tak ada satu pun yang mau menolongnya. Sebab mereka telah menjadi pengikut Muhammad. Setiap langkah kaki yang dilalui, Dia selalu menoleh kesana-kemari dengan perasaan was-was, takut, barangkali ada yang mengikutinya dan menyerangnya dengan tiba-tiba. Setelah merasa kelelahan, Sofwan berhenti sejenak untuk istirahat. Pada kebisuan dan keputus asaan, Dia menatap laut yang ada di depannya, lalu terbesit pikiran. Apakah lebih baik Dia bunuh diri…
Nama buku : Toleransi Islam (Hidup damai dalam masyarakat plural) Penulis : KH. Husein Muhammad Bab III : (Kebebasan Memilih Keyakinan) Oleh : Aniyah el-Nani Tuhan telah menciptakan alam semesta ini dengan sangat beragam, dan plural. Karena di dalam keragaman Tuhan menciptakan rahmat, dan dalam pluralitas Tuhan ciptakan juga dinamika kehidupan. Dengan kehidupan yang beragam dan plural ini setiap orang mempunyai hak untuk beragama dan berkeyakinannya secara bebas. Keanekaragaman agama yang dianut oleh setiap orang atau komunitas menjadi dasar, karena perbedaan merupakan…