(Sumber foto : bandungmerdeka.com) Oleh : Afifah Nurhidayatinnisa Masyarakat Indonesia berada dalam “status” waspada hoaks. Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI) Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (KemDikBud) versi daring, hoaks berarti (1) berita bohong. Hoaks terus merajalela diberbagai jejaring internet terutama media sosial. Media sosial merupakan sasaran empuk para hoaker dalam menyebarkan berita bohong, karena di era digital saat ini pengguna internet dan media sosial sangat banyak. Di lansir dari website Kementerian Komunikasi dan Informatika (KemenKomInfo), tercatat pertanggal 19 Februari 2018 jumlah pengguna internet tahun 2017 telah mencapai 143,26 juta jiwa atau setara dengan 54,68 persen dari total jumlah penduduk Indonesia.…
Penulis: Redaksi
(Sumber Foto : Ndie) Oleh : Aniyah el-Nani Di sudut kota yang penuh dengan ke ramaian hiduplah sepasang suami istri dan kedua anaknya yang masih kecil. Mereka adalah Irwan, Sekar, anak pertama yang bernama Davit berumur 7 tahun baru masuk ke Sekolah Dasar (SD), dan anak kedua yang bernama Putri baru berumur 5 bulan. Suami Sekar adalah seorang karyawan di perusahaan sepatu, sedangkan Sekar sendiri sibuk mengurus anak-anaknya yang masih kecil. Setiap hari Sekar dibantu ibu mertua, sebisa mungkin harus bisa membagi waktu buat suami dan anaknya. Supaya tidak lepas dari tanggung jawabnya sebagai seorang istri. Kesibukan Sekar sendiri yaitu menghantarkan anak…
Oleh : Ilham Maulana Akhir-akhir ini semangat belajar siswa terus menukik Mereka berpikir tidak perlu belajar, Toh kakak-kakak kelas yang paling ‘aneh’ sekalipun bisa lulus dengan nilai-nilai yang cemerlang Ketika UN tiba, Mereka membentuk semacam tim sukses sekolah, saling pegang rahasia, demi kepentingan sekolah Sebab, sekolah yang memiliki banyak murid yang lulus UN dengan nilai baik akan naik akreditasi Sepertinya, Sistem pendidikan sudah terjebak oleh angka, dan siswa identik dengan angka Ingin rasanya hidup di Indonesia yang berbeda. Brebes, 15 Oktober 2018
(sumber foto : serambi minang) Oleh : Siti Nurjannah Kupandang hukum-hukum manusia wahai dunia fana Hanya Dia yang Maha Berkuasa Bisakah kami memerangi kekuasaan-Nya wahai nusa Karena mereka telah merenggut perdamaian manusia Peristiwa biarlah hanya budaya Jangan mau jadi budak mereka Asing di negeri sendiri Peranglah jawabannya, karena mereka kira nyawa budak tak berharga Aku memang pujangga Karena kalian adalah manusia unggul penguasaku Pemilik hukum itu Jadi tegakkanlah kepalamu dengan sadis Cambuk mereka dengan jajahanku Para asing di negeri sendiri adalah sampah Mereka kaya dengan negeri para bedebah Kita para kartun penuh ambisi Dengan tangannya kita terendus-endus Singsingkan lengan baju…
LPM LATAR, CIREBON – Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Purwokerto dan Institut Studi Islam Fahmina (ISIF) Cirebon menandatangani nota kesepahaman (MoU) terkait penguatan pengembangan masyarakat. MoU ditandatangani langsung Rektor ISIF, Hj. Afwah Mumtazah, M.Ag. dan Dekan Fakultas Ushuluddin, Adab dan Humaniora IAIN Purwokerto, Dr. Hj. Naqiyah, M.Ag. “Melalui kerjasama yang dituangkan dalam nota kesepahaman ini, kita berharap dapat semakin giat melakukan pengembangan masyarakat,” ujar Naqiyah setelah acara penandatanganan di Ruang Meeting Yayasan Fahmina, Kamis (11/10). Perjanjian kerjasama IAIN Purwokerto dan ISIF Cirebon meliputi tiga ruang lingkup, yaitu kajian sosial keagamaan, pendampingan masyarakat marjinal, dan kegiatan Praktik Pengalaman Lapangan (PPL). “Program konkret…
sumber gambar : gituaja.com Oleh: Dewi Oktaviani Kau hias negri ini dengan cinta Kau hias negeri ini dengan kasih Dengan itu kau sangan mudah memberi pada kami Percaya pada kami bahwa kami bisa menjaga bumi ini Tapi, kita yang hanya menikmati tanpa adanya ucapan terimakasih Sampai kami lupa ini semua milik-Mu Kami hanya mudah memiliki, mengambil Tetapi tidak bisa menjaga pemberian-Mu. Dengan itu semua Kau masih menyebut kami adalah makhluk yang sempurna Begitu yakinnya kau! Sampai sekarang kau masih ikhlas memberi keindahan Kulihat sekilap berlian yang kau beri pada kami Dan sebuah pelangi yang selalu memberikan warna Yang di mana…
Oleh : Aan Fahliya Di pagi yang cerah, berjalan seorang anak laki-laki menuju sekolah, dia berjalan sangat cepat karena 15 menit lagi lonceng berbunyi. Sesampainya di depan ternyata gerbang belum ditutup. Anak laki-laki itu berkata ”syukurlah…. Hampir saja terlambat”. Saat akan melangkah menuju kelas tiba-tiba ada yang memanggilnya tepat dibelakangnya “Lintang….. “ ya… anak laki-laki itu bernama Lintang yang duduk dikelas 3B, Ia hanya tinggal dengan kakek dan neneknya. Ketika itu Lintang berbalik arah ternyata Bu Syifa yang memanggilnya dan ia berjalan menuju Bu Syifa. “Tolong bawakan buku cetak ini ya… ke kelas, nanti simpan saja di atas meja,”(sambil tersenyum),…
LPM LATAR, CIREBON- Aksi penyerangan terhadap beberapa tokoh agama seperti kasus penganiayaan terhadap Pengasuh Pondok Pesantren Al Hidayah, Cicalengka, Kabupaten Bandung, KH. Umar Basri atau Mama Santing di Bandung pada Sabtu , (27/1/2018) dan aksi penyerangan berlanjut terhadap Romo Prier terjadi di Gereja Santa Lidwina Stasi Bedog Paroki Kumetiran, Sleman, Minggu, (11/2/2018). Kini mendapat kecaman dari beberapa tokoh-tokoh agama yang berada di Cirebon. “Dari pandangan apapun, dari kaca mata apapun, agama apapun, etika kemanusiaan apapun adalah sesuatu (kasus) itu yang melanggar kemanusian, melanggar hak-hak asasi manusia,” kata Pengasuh Pondok Pesantren Dar al-Tauhid, sekaligus pendiri Yayasan Fahmina, Husein Muhammad ketika menanggapi kasus intoleransi Ketika di…
Sumber foto : Hipwee Oleh : Naelah Cinta layaknya debu yang bertabur dikhalayakku Tak akan habis ku kiaskan wujudmu Meski badai angin yang menerpa, kau selalu kuatkan diriku Butiranmu tak akan pernah habis meski ditelan waktu Wujud kecilmu menampakan letak hatiku Meski sudut yang menyempitkan tak pudar kau tampakan Keyakinan yang kau tancapkan dalam daku Kau kuatkanku meletakan jiwa keberanian Cintaku seperti Esia yang setia 1 jam Cintaku seperti Baygon elektrik yang setia hanya 8 jam Dan tidak seperti Pepsoden yang rasa setianya hanya 12 jam Tapi cintaku seperti Rexona yang setia setiap saat Matamu bak purnama merindu Bisikmu seperti…
Penulis : Dr. Thaha Jabir al-Ilwany Penerjemah : Aa Fuad Muhlis Penerbit : PT Raja Grafindo Persada Kota Terbit : Jakarta Tahun terbit : 2005 Tebal buku : 154 halaman Oleh : Enjah Buku ini membahas tentang kesalah fahaman yang berpendapat adanya paksaan dalam beragama, yaitu Islam. Banyak kejadian yang telah terjadi pada masa lalu yang menganggap bahwa seorang murtad haruslah dibunuh. Para ulama zaman klasik memutuskan bahwa adanya hukuman mati untuk kemurtadan. Hukum ini berjalan dengan turun temurun tanpa memihak kepada ulama…